Sunday, July 23, 2017

Bisnis Tusuk Sate kokoh seperti ayam kampung



Bisnis Tusuk Sate kokoh seperti ayam kampung

Bagaimana membangun bisnis kokoh seperti ayam kampung?
1.       Ayam broiler : butuh waktu 3-4 minggu untuk mencapai berat 1,5 kg
2.       Ayam potong : butuh waktu 40-60 minggu untuk mencapai berat 1,5 kg
Perbedaannya adalah :
1.       Ayam broiler: ketika ada hujan, petir dia langsung stress, kalau sudah stress dia gampang mati karena apa? dia tumbuh secara tidak alami, dipaksa besar,  masih bayi tapi sudah di inject supaya badannya besar, jiwanya masih TK tapi badannya kayak anak kuliahan, jadi berdiri tegak pun tidak bisa karena badanya kebesara jiwanya masih rapuh.
2.       Ayam kampung : ketika ada hujan, petir dia biasa, cukup dengan berteduh, ketika hujan redah dia keluar lagi dan seger lagi. Karena apa? Dia tumbuh secara alami, butuh waktu lama untuk menjadi besar tapi dia bisa survive ketika ada goncangan petir hujan, dia kokoh dan bertahan.
Analogi diatas sama seperti sebuah bisnis. Contoh kasus :
Ada teman, punya beberapa set mesin tusuk sate, 2 mesin potong bambu, 2 mesin pemecah, 2 mesin penipis, 3 mesin cacah dan penipis, 4 mesin tulup, 3 mesin slicer, 2 mesin poles, 3 mesin peruncing,  langsung banyak padahal semua modal dia dapat sebagian besar dari pinjaman bank, maka ketika usahanya ada goncangan, misal :Trobel pada mesin, market sepi,  kelambatan produksi, ditinggal pegawai, bahan baku kosong, uang macet belum kebayar sama konsumen, dll, padahal jaminan tiap bulan angsuran ke bank adalah pasti, maka dia akan disibukkan bagaimana mencicil bank, pikirannya kesita bagaimana untuk menangani bank, belum lgi kalu tidak bisa bayar, aset kesita bahkan rumah  ikut kejual. Ini contoh bisnis cepat besar tapi rapuh.
Beda kalau dia beli beberapa dulu, dari modal sendiri, atau beli cash, ketika ada profit dia tabung lagi terus ditabung dibelikan mesin lag, dijalankan ada profit ditabung lagi dan seterusnya,  maka ketika ada goncangan dia kuat, kokoh, kenapa? Tidak ada beban dengan pinjaman.  Lambat tapi kuat kokoh dan survive.
Jadi sekarang kita mulai belajar berfikir, “Bisnis lambat tidak apa2 yang penting kuat dan survive, jangan berfikir cepat besar tapi rapuh dan goncang”.



Langkah strategis apa yang seharusnya bagi pengusaha tusuk sate pemula:
Mengingat banyak kegagaln yang dialami kawan2 perajin tusuk sate.
Tahapannya adalah:

1.       Level 1 : Jadilah distributor dulu/sebagai marketer, cari pasar dlu, level ini terbilang aman

2.       Level 2 : Belilah Peruncing dulu, anda bisa beli bahan setengah jadi yang sudah poles dari para supplier, banyak juga yang menyediakan bahan setengah jadi yang sudah poles, anda tinggal meruncing saja, level ini juga cenderung masih aman.

3.       Level 3 : Beli mesin poles, setelah anda puya peruncing dan berhasil, anda bisa menabung untuk beli mesin poles, maka anda tinggal beli bahan setengah jadi yang belum poles, banyak juga penyedia bunduhan yang belum poles, level ini juga relatif aman resiko masih kecil.

4.       Level 4 ; setelah level 1,2,dan 3 berhasil, maka anda boleh mencoba level 4, yaitu produksi dari awal hingga akhir, mulai dari pemotong dan pencetak lidi tusuk sate, ini level yang agak berat, syarat kunci keberhasilannnya adalah di pencetak lidinya, ini tahapan yang sangat sulit banyak yang gagal di level ini, banyak faktor kegagalan yang mempengaruhinya, mesin pencetak ini ada 3 macam, Mesin Tulup, mesin slicer dan mesin sodok, masing2 punya kelebihan dan kekurangan masing2, belajarlah pada orang yang telah berhasil disalah satu pengguna mesin tsbt. Punya ketiganya juga lebih bagus sebagai perbandingan.  

Catatan : Kebanyakan masyarakat umum kebalik bermain levelnya, rata2 langsung meloncat ke level 4 akhirnya juga banyak yang jatuh, ini bisa dijadikan bahan perhatian bagi pemula.  Banyak yang beli potong bambu dan pencetaknya dulu, kemudian beli poles, dan terakir beli peruncing ini bisa dikatakan kebalik, sama aja level berat dlu trs ke level mudah, harusnya di level mudah dulu baru ke level berat.
Hal ini berlaku karena saat ini sudah banyak sekali yang penjual bunduhan.
Semoga bermanfaat!!!!

Salam sukses,
Perajin Tusuk Sate
 

Thursday, July 13, 2017

Solusi usaha tusuk sate anda

Solusi usaha tusuk sate yang menguntungkan

Kita bermain di usaha tusuk sate banyak level yang bisa kita mainkan. Langsung saja:

1. Ketika anda punya pasar maka hal yang bisa kita lakukan:

  1.    Anda bisa beli tusuk sate langsung ke Produsen (hal ini mudah tidak perlu repot2) ini bagi yang hanya ingin bermain dilevel distribusi aja, atau
  2.   Anda bisa beli bahan bunduhan (atau setengah jadi ) selanjutnya anda tinggal finishing(oven,   polishing, meruncing) jika anda tidak pumya mesin polesh dan peruncing kami menerima jasa finishing, tentunya dengan harga yang relatif lebih murah, Jika anda tidak punya kenalan produsen setengah jadi maka kami yang akan langsung menyediakan supplyernya, anda tinggal nego harga sendiri
  3. Jika anda hanya punya mesin peruncing saja, maka kami menyediakan bahan setengah jadi yang sudah oven dan polesh, jadi anda tinggan meruncingkan saja. 
  4. Anda beli mesin lengkap. jadi produksi sendiri dari awal hingga akhir
Berikut daftar harga bahan setengah jadi (Bahan sudah belerang dan oven, hasil putih) :
  • Bahan cuma di jemur belum belerang dan oven : tusuk kambing 6000/kg, tusuk ayam 7500/kg
  • Bahan sudah oven( belum runcing dan polesh) : Tusuk kambing 7500/kg, Tusuk ayam 9000/kg
  • bahan sudah oven (sudah polesh belum runcing): tusuk kambing 8500/kg. tusuk ayam 10.000/kg
  • kami menerima Jasa proses finishing, Tusuk kambing 2500/kg, tusuk ayam 3500/kg
  Contoh bahan setengah jadi :




Monday, June 5, 2017

Produsen Tusuk Sate Dayung | Bendera | Paddle | Flag

Produsen Tusuk Sate Dayung | bendera | Paddle | Flag




1. Ukuran 
     Variasi panjang:5- 10cm,11- 15cm,16- 20cm,21-25 cm,26-30 cm dll. Sedangkan Tebal: 2,5-3mm
2. Harga
    Menyesuaikan ukuran.
     Ukuran 10-14 cm, Rp.105/batang=minimal order 25.000 pcs
    Ukuran 16-20 cm, Rp.115,-/ Batang=Minimal order 25.000 pcs
    Ukuran 21-25 cm, Rp. 120,-/batang=Minimal order 25.000 pcs
    Ukuran 26-30 cm, Rp. 125,-/batang=Minimal order 25.000 pcs

Saturday, April 22, 2017

Mengapa Pengusaha tusuk sate banyak yang gagal?

Mengapa Pengusaha tusuk sate banyak yang gagal?

Analisa kegagalan dalam usaha produksi tusuk sate :

Produksi tusuk sate tidak semudah yang dibayangkan. Memang benar, demand tusuk sate luar biasa, pasar pengguna tusuk sate semakin luas, sekarang pemakai tidak hanya warung sate, tetapi juga meliputi pentol bakar, sosis bakar, nugget, dll. Permintaan tusuk sate selalu meningkat bahkan permintaan selalu lebih besar dari supply barang. Kendalanya adalah di Produksinya. Banyak yang memulai produksi tusuk sate, tapi tidak begitu lama langsung bangkrut atau pabrik tutup. bahkan bisa dihitung dalam hitungan hari. Hal ini yang sering terjadi  pada pelaku usaha baru.
Apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi:

1. Pemilihan mesin produksi tusuk sate yang kurang tepat.

   a. Jangan sembarang membeli mesin tusuk sate. jenis mesin tusuk sate itu banyak,
 maka hal   pertama yang perlu anda pertimbang kan adalah kenali pasar terlebih dahulu. Tusuk seperti apa yang dibutuhkan pasar?. baru setelah itu tentukan mesin yang mau anda pilih. Ada 3 jenis mesin tusuk sate, yang sdh saya jelaskan pada postingan sebelumnya.

2. Manajemen produksi yang kurang bagus.

a. Hal ini yang sering terjadi dilapangan. Saran saya, belilah mesin tusuk sate pada bengkel yang juga produksi tusuk sate, jadi tidak sekedar bengkel aja. Bengkel yang sekaligus produksi tusuk sate bisa mengajari anda manajemen produksi tusuk sate yang benar. Bisa memberikan fasilitas training produksi dari a sampai z. dan juga langsung bisa mempraktekkan mesin dilokasi produksi.

b. Ketika anda mau menentukan produksi, jangan pernah memakai mesin serut/tulup!!saya bisa mastikan produksi anda tidak lama akan bangkrut. Tidak percaya? buktikan hehehe...ini bukan sekedar ancaman, tapi hal yang sebenarnya terjadi di lapangan. Mesin tulup. serut itu aplikasinya bukan untuk pengusaha produksi tusuk sate, tapi orang yang tidak punya pekerjaan, yang krjnya nyerut tidak menghitung waktu dan tenaganya itu baru bisa jalan.

c.   Ketika anda mau menentukan produksi, jangan pernah memakai mesin slicer!! Kecuali anda mendapatkan harga Bambu yang murah, listrik yang murah, tenaga kerja yang murah, dan harga jual yang tinggi hehehe. kenapa? mesin slicer itu butuh daya listrik yang besar, prosesnya panjang, ketika anda produksi tidak bisa cepat anda akan boros di listrik dan tenaga kerja. Dan juga cara nyetingnya lumayan susah, buktinya adalah banyak yang ngejual mesin serut dan slicernya...Puluhan orang curhat ke saya, rata2 mereka yang dikeluhkan adalah hal yang sama seperti saya jelaskan diatas. Samapai2 saya disuruh jualin mesin slicer dari berbagai produsen mesin, padahal egk ikut bikin mesinnya hehehe

d, Ketika anda mau menentukan produksi, dan tidak ingin dengan resiko kegagaln yang besar, maka pakailah mesin sodok. Kenapa? Coba buktikan sendiri hehehe, karena yang saya jelasin diatas adalah real di lapangan, dan saya selaku juga produksi tusuk sate juga pernah mengalami hal diatas, dan saya akhirnya memutuskan memakai mesin sodok. Apakah dengan memakai mesin ini tidak beresiko gagal? sebenarnya beresiko juga. tapi setidaknya adalah minim resiko klo anda adalah pemula, tapi kalau sudah terbiasa menggunakan mesin ini saya yakin produksi anda bisa sangat cepat, insyaallah barulah anda akan mendapatkan profitnya..

e. Ketika anda mau menentukan produksi, hal yang minim resiko gagal adalah belilah tusuk setengah jadi, anda tinggal finishing aja, artinya anda tinggal poles dan meruncing, maka mesin yang anda butuhkan adalah mesin peruncing dan poles.

3. Kurang telaten, sabar dan mudah putus asa.

Sebagai pengusaha pemula, maka harus telaten dan ssselalu mempelajari apa yang membuat produksi anda tidak menghasilkan, sambil berjalan dan terus berbenah, membenahi manajemennya, insyaallah dalam waktu cepat anda pasti berhasil. Pengalaman saya, minimal 1 tahun anda harus bersabar jika belum mendapatkan hasil. Karena di masa 1 tahun pertama itu, anda belajar banyak hal, dari a sampai z anda akan paham betul ilmu tusuk sate ini.

4. Belum punya pasar yang bagus.
maksudnya adlah, belum bisa menemukan pembeli tusuk sate dengan harga standart, biasanya karena anda adalah pelaku baru, orang membeli tusuk anda dengan harga yang murah, bisa juga diakal-akalin pembeli. Jadi harus bersabar sampai bisa menemukan pembeli tusuk dengan harga standart umum dan bagus.
Semoga bermanfaat...!!! 

Wednesday, April 12, 2017

Analisa usaha Tusuk Sate

Analisa Usaha Tusuk Sate

Ada 3 jenis mesin tusuk sate, dan akan saya jelaskan secara gamblang tentang cara kerja beserta analisa kekurangan dan kelebihan pada masing-masing mesin.

1. Mesin tipe SODOK

    Mesin ini menurut sebagian orang dibilang boros bahan baku, karena yang dipakai adalah 1 lapis pada ketebalan bambu berapapun.

Kadang juga ada orang melihat mesin ini pada kesan pertama kelihat menakutkan. 
Saya akan menjawab dari 2 masalah diatas yang dianggap oleh sebagian orang.
Analisa saya(sebagai pelaku produksi yang memakai mesin sodok):
a. sistem sodok sangat cepat prosesnya dalam menghasilkan tusuk sate, karena hanya ada sedikit proses yang dilewati. pertama adalah pemotongan bambu sesuai ukuran, pembelahan jadi 2 bisa manual bisa pakai mesin, selanjutnya dicetak/sodok langsung bulat, selanjutnya penjemuran/oven, penghalusan dan peruncingan
b. Konsumsi listrik pada sistem sodok  tidak begitu besar, karena 1 mesin hanya butuh motor minimal 1 hp/1,5 Hp
c. Produksi bisa cepat, karena semakin mahir mengoperasikan mesin sodok kapasitas yang didapat bisa lebih besar mencapai minimal 200 kg/ hr, bahkan mengalahkan kapasitas mesin tusuk sate semodern apapun.
d.  Hasil tusuk bisa sempurna, karena bambu yang dicetak adalah kondisi basah baru ditebang maka hasil bisa putih maksimal, hasil bulat maksimal, kualitas sangat bagus putih bulat, halus dan runcing.
e. Harga jual tinggi, bisa masuk pasar ekspor sekalipun, bisa masuk segmen pasar pabrikan sea food untuk ekspor, restaurant, supermarket, bahkan masuk pasar umum sekalipun.
f. Pabrikan dalam sekala besar memakai mesin ini, terutama produksi sumpit dan tusuk sate.

2. Mesin tipe serut semi manual/ tulup

   Jenis mesin ini pada umumnya dipakai di wilayah yang bambunya banyak bambu tebal seperti bambu petung, misalnya di Malang, Pasuruan, Wonogiri, dll. Karena bambu tebal bisa ditipiskan/ diirat jadi beberapa bagian.Selanjutnya dirajang dan diserut per satu2.


Sebenarnya belum pernah saya temukan orang yang berhasil dalam  produksi tusuk sate dari awal hingga akhir ( dari potong bambu dengan hanya membuang ros,pembelahan, perajangan, penyerutan, pengeringan, potong lidi, penghalusan dan peruncingan).
faktor kegagalannya menurut analisa saya:

a. secepat apapun putaran roll untuk meningkatkan kapasitas yang didapat, mentok dari 1 sisi adalah 25-30 kg, kalau sisi kanan kiri dipakai bisa 50-60 kg/ hari itupun kalau tidak ada kendala pada mesin.Hitung2annya adalah jika kita mengerjakan 2 pegawaidengan gaji harian  untuk mengasilkan 60 kg/ hari sedang gaji karyawan 30-40 rb/ hari, maka sebagai pengusaha jelas kita rugi. Bahkan kalau kita gaji denga 15 rb/ orang pun kita masih rugi. Tidak percaya? buktikan sendiri hehehe...

Maka alternatifnya adalah dengan cara:
a. Sub produksi. Mesin serut ini dikerjakan oleh orang lain/ rumahan yang pengelolaanya diluar tanggung jawab kita.Maksudnya adalah kita tidak susah payah beli bambu, terus mempekerjakan orang untuk menyerut tetapi sebaliknya orang yang menyerut tadi yang beli bambunya, dipotong sendiri, diserut sendiri, kita hanya beli tusuk setengah jadinya.Artinya kita maen di level finishing. Inilah cara yang membuat kita berhasil, hal seperti ini bisa kita jumpai di Malang, Pasuruan, dan wilayah lain yang mengadopsi sistem seperti ini. Kemudian mungkin muncul pertanyaan dibenak kita, Apakah rumahan yang menyerut tadi tidak rugi? jawabannya adalah relatif, bisa dikatakan rugi bisa dikatakan tidak rugi. Orang rumahan yang ngerjakan serutan adalah usaha sampingan, yang penting ada aktifitas produksi yang menghasilkan uang, kadang tidak menghitung tenaga dan waktunya, yang penting bisa mengubah bambu menjadi uang dengan cara diserut tadi, walaupun harga jualnya murah tapi bagi orang desa ada kegiatan rumahan seperti itu sudah sangat bagus, mengisi waktu luang diluar musim tanam/ panen di sawah. Harga serut setengah jadi kisaran 5-6 rb/ kg, harga jual setelah finishing kisaran 10-11 rb/ kg
b.Borongan. Kita mengerjakan pegawai serut dengan sistem borongan. Pengalaman pernah menggaji tukang serut dengan 1000/ kg kering, keuntungan masih tipis. Maka jika anda memberlakukan sistem borongan saya sarankan upah yang diberikan supaya kita ada untung adalah kisaran 500-800 rupiah/ kg.  

3. Mesin tipe SLICER

 Mesin ini pengembangan dari sistem serut. Konsumsi listrik lumayan besar. Pengalaman pribadi dengan total motor 4,5 Hp dengan listrik 1 phase masih sering trkendala macet karena motor pada pisau tidak kuat, ketika bambu yang agak tebal masuk langsung macet.Maka saya sarankan jika anda memakai mesin ini pakailah motor dengan total minimal 7,5 Hp dengan listrik 3 phase, dengan rincian masing2 pisau pakai motor 3 Hp, dan untuk rol minimal 1,5 Hp. Kenapa memakai 3 phase? karena kekuatan tegangan lebih besar 3 phase daripada 1 phase. Daya tarik pisau untuk menyerut lebih besar. Jadi analisa saya pada mesin ini adalah:

a. Konsumsi listrik besar. 
b. Proses panjang hampir sama seperti serut satu2, hanya ninggalin 1 proses aja yaitu     perajang.
c. Sering kali bengkak di ongkos tenaga kerja, disebabkan proses panjang dan dibiaya listrik.
d. Hasil tusuk lumayan bagus, bulat hampir mendekati sodok, tapi tergantung dari cara menyetel pisau slicernya.
e. Harga pisau mahal,jika ada kesalahan nyetel pisau sering terjadi kerompalan pada pisau ini, kejadian seperti ini sering dialami semua operator mesin slicer. Harga pisau import dipasaran skitar 2,5 jt-3 jt, lokal 1,5-2 jt.

Dari uraian diatas, maka saya simpulkan:

1. Jika anda ingin memulai usaha produksi tusuk sate, dengan produksi dari awal hingga akhir, maka pakailah sodok. 

Mesin yang dibutuhkan :
a. potong bambu
b. sodok
c. penghalus
d. peruncing

Tapi tidak serta merta anda bisa berhasil juga pakai mesin ini. biasanya untuk pemula produksi belum bisa cepat karena masih tahap belajar, jadi bengkak di tenaga kerja. Kuncinya disini adalah produksi harus bisa cepat, tenaga kerja cepat dan segera finishing.

Harga tusuk sate hasil sodok di pasaran umum sekitar 12-13 rb/ kg, jika masuk di pabrikan bisa tembus harga 30 rb-50 rb/ kg dengan catatan hasil bulat maksimal, putih, bersih, tanpa kulit dan runcing. 

2. Jika anda pemula, produksi dengan modal terbatas maka mainlah dilevel finishing. Mesin yang dibutuhkan:

a. Mesin Penghalus
b. mesin peruncing

 harga tusuk sate kambing serutan di pasaran yang sudah jadi sekitar 10 rb-11 rb/ kg di level pengepul. tusuk sate ayam 12 rb/ kg di level pengepul.

Kami juga siap menyuplai tusuk setengah jadi dengan harga murah untuk anda yang bli mesin dari Bamboo Alam Jombang.

Dua pilihan itu yang kemungkinan besar membuat anda berhasil di usaha tusuk sate ini, Semoga bermanfaat..!!!
 




Saturday, April 23, 2016

spesifikasi mesin tusuk sate

Harga Mesin Tusuk Sate

1. Mesin serut 1 lubang harga 4 juta
Spesifikasi : dinamo 0, 5 hp kapasitas 25 kg/8 jam, membutuhkan listrik 450 watt

2. Mesin serut pisau 2 lubang harga 6,5 juta
Spesifikasi : dinamo 1 hp kapasitas 50 kg/8 jam, membutuhkan listrik 800 watt
https://youtu.be/2yqNE_EePp4
3. Mesin slicer 5/6 lubang harga 23 juta
Spesifikasi : 2 dinamo 1, 5 hp, 1 dinamo 3/4hp,  kapasitas 150 kg/8 jam, membutuhkan listrik 3000 watt

4. mesin sodok keluar 3 atau 4 lubang harga 12 juta ( bisa untuk sumpit lobang 2 )
Spesifikasi : dinamo 1, 5 hp kapasitas 100 kg/8 jam, membutuhkan listrik 1200 watt

https://youtu.be/Pv4er5n7g8M
https://youtu.be/CUcRLkF8wds 
5. mesin sodok keluar 3 atau 4 lubang harga 10 juta (bisa untuk sumpit lobang 2 )
Spesifikasi : dinamo 1 hp kapasitas 100 kg/8 jam, membutuhkan listrik 900 watt

6. mesin penghalus harga 8 juta
Spesifikasi : dinamo 1, 5 hp kapasitas 200 kg/8 jam, membutuhkan listrik 1200 watt

7. mesin peruncing tusuk sate harga 13 juta
Spesifikasi : dinamo 1 hp kapasitas 150 kg/8 jam, membutuhkan listrik 900 watt
 

8. Mesin peruncing harga 16 juta
Spesifikasi : dinamo 1,5 hp kapasitas 200kg/8 jam, membutuhkan listrik 1200 watt

9. mesin potong bambu harga 4 juta
Spesifikasi : dinamo 1, 5 hp, membutuhkan listrik1200 watt

10. mesin potong lidi harga 4 juta
Spesifikasi : dinamo 1 hp, membutuhkan listrik 900watt
11. MESIN PENIPIS HARGA 6 JUTA

12. mesin peruncing tusuk gigi 15 juta

Spesifikasi : dinamo 1, 5 hp, membutuhkan listrik1200 watt