Tuesday, September 19, 2017

Usaha Tusuk Sate tanpa Riba



Usaha Tusuk Sate tanpa Riba
Monggo direnungkan!!!!!

Tahun 2013 akhir pernah datang kerumah, sebut namanya mas Nuril asal lamongan. Sebelumnya dia adalah seorang sales di daerah Bali dan terbilang cukup sukses dalam bidang penjualan. Salah satu dari ratusan produk yang dijual adalah tusuk sate. Betapa besarnya  permintaan tusuk sate pada saat itu, sehingga produsen yang mensupplynya pun tidak sanggup memenuhi targetnya. Akhirnya, dia berfikir bahwa memproduksi tusuk sate sendiri  adalah peluang yang sangat menjanjikan.

Waktu demi waktu berjalan, akhirnya dia memutuskan risent dari pekerjaannya dan beralih ke wirausaha memproduksi tusuk sate. Mulailah dia survey2 mesin ke beberapa produsen akhirnya dia menjatuhkan pilihan Mesin Slicer yang dia beli waktu itu harganya bekisar 75 jt untuk 1 set nya. Mulailah aktivitas produksi itu didaerah asalnya Lamongan.
Produksi bisa dibilang cukup bagus, dan cukup berhasil. Beberapa bulan berjalan  ternyata kemampuan mesin hanya bisa mentok menghasilkan 1,5 ton selama 1 bulan. Merasa tidak puas karena segala kemampuan tenaganya dan pekerjanya semua dikerahkan hanya bisa mampu menghasilkan dengan kapasitas produksi 1,5 ton. Kemudian, datanglah dia kerumah saya untuk konsultasi dan saling berbagi tentang masalah produksi. Dia tertarik dengan mesin yang saya gunakan dirumah yaitu sodok karena prosesnya yang cepat. 

Dia bercerita bahwa, dengan menghasilkan 1,5 ton per bulan itu dia bisa menghasilkan keuntungan 5 juta per bulan. Tetapi dia bilang “ 5 juta itu mas buat beli susu untuk anak saya aja enggak bisa”. Loh kok bisa? Saya bilang. “Saya untuk usaha ini pakai pinjaman Bank mas, jadi penghasilan saya itu hanya untuk biaya hidup saya di lamongan dan untuk angsuran bank, padahal istri dan anak saya tinggal di Malang, saya malu sama istri dan mertua saya, klo saya tidak bisa memberi nafkah, dan untuk membelikan susu anak saya aj tidak sanggup” jawab mas Nuril.
Cerita ini sungguh nyata, dan mungkin dialami sebagian temen2 kita. Ini adalah contoh bisnis yang tidak sehat.
           Dari cerita diatas, mari kita hitung2an bisnis dalam berwirausaha dibawah ini:
Komponen dalam aktivitas produksi adalah:

Modal  -    Bambu  -    Pengolahan  -  Penjualan  -   HPP  -   laba kotor   -  Operasional   -  Net,

Kalau usaha ini sehat maka net bisa diinject untuk menjadi tambahan modal, maka usaha bisa tumbuh karena modal bertambah.
Menyimak dari cerita diatas tadi, yang terjadi adalah:

Operasional   -   Ops expensive  -   Net (0)

            Dalam hal ini ops expensive adalah cicilan bank.
 Laba kotor yang telah dikurangi operasional produksi, masih dikurangi lagi cicilan bank, maka yang terjadi net bisa menjadi 0. Maka dalam hal ini , usaha ini bisa dikatakan tidak sehat karena kita disibukkan untuk mencicil dan mengangsur bank, padahal hal ini berangsur bertahun-tahun sampai bank Lunas.

           Pertanyaannya adalah;
Mampukah kita bisa bertahan selama bertahun-tahun itu untuk hidup kurang-kurang?
Silahkan menjawab sesuai dengan pengalaman anda masing-masing.
Kenyataannya adalah banyak yang jatuh dan tidak kuat menjalani kondisi seperti itu, apalagi kalau kita sudah keluarga.

           Jadi mulailah berfikir “Grow not Speed”, dan bisakah kita usaha tusuk sate ini tanpa Riba??
Jombang, 19 September 2017
Salam

Pengrajin tusuk sate


Kami menyediakan Tusuk sate dan Permesinan, kualitas terjamin.
085655219052

Sunday, July 23, 2017

Bisnis Tusuk Sate kokoh seperti ayam kampung



Bisnis Tusuk Sate kokoh seperti ayam kampung

Bagaimana membangun bisnis kokoh seperti ayam kampung?
1.       Ayam broiler : butuh waktu 3-4 minggu untuk mencapai berat 1,5 kg
2.       Ayam potong : butuh waktu 40-60 minggu untuk mencapai berat 1,5 kg
Perbedaannya adalah :
1.       Ayam broiler: ketika ada hujan, petir dia langsung stress, kalau sudah stress dia gampang mati karena apa? dia tumbuh secara tidak alami, dipaksa besar,  masih bayi tapi sudah di inject supaya badannya besar, jiwanya masih TK tapi badannya kayak anak kuliahan, jadi berdiri tegak pun tidak bisa karena badanya kebesara jiwanya masih rapuh.
2.       Ayam kampung : ketika ada hujan, petir dia biasa, cukup dengan berteduh, ketika hujan redah dia keluar lagi dan seger lagi. Karena apa? Dia tumbuh secara alami, butuh waktu lama untuk menjadi besar tapi dia bisa survive ketika ada goncangan petir hujan, dia kokoh dan bertahan.
Analogi diatas sama seperti sebuah bisnis. Contoh kasus :
Ada teman, punya beberapa set mesin tusuk sate, 2 mesin potong bambu, 2 mesin pemecah, 2 mesin penipis, 3 mesin cacah dan penipis, 4 mesin tulup, 3 mesin slicer, 2 mesin poles, 3 mesin peruncing,  langsung banyak padahal semua modal dia dapat sebagian besar dari pinjaman bank, maka ketika usahanya ada goncangan, misal :Trobel pada mesin, market sepi,  kelambatan produksi, ditinggal pegawai, bahan baku kosong, uang macet belum kebayar sama konsumen, dll, padahal jaminan tiap bulan angsuran ke bank adalah pasti, maka dia akan disibukkan bagaimana mencicil bank, pikirannya kesita bagaimana untuk menangani bank, belum lgi kalu tidak bisa bayar, aset kesita bahkan rumah  ikut kejual. Ini contoh bisnis cepat besar tapi rapuh.
Beda kalau dia beli beberapa dulu, dari modal sendiri, atau beli cash, ketika ada profit dia tabung lagi terus ditabung dibelikan mesin lag, dijalankan ada profit ditabung lagi dan seterusnya,  maka ketika ada goncangan dia kuat, kokoh, kenapa? Tidak ada beban dengan pinjaman.  Lambat tapi kuat kokoh dan survive.
Jadi sekarang kita mulai belajar berfikir, “Bisnis lambat tidak apa2 yang penting kuat dan survive, jangan berfikir cepat besar tapi rapuh dan goncang”.



Langkah strategis apa yang seharusnya bagi pengusaha tusuk sate pemula:
Mengingat banyak kegagaln yang dialami kawan2 perajin tusuk sate.
Tahapannya adalah:

1.       Level 1 : Jadilah distributor dulu/sebagai marketer, cari pasar dlu, level ini terbilang aman

2.       Level 2 : Belilah Peruncing dulu, anda bisa beli bahan setengah jadi yang sudah poles dari para supplier, banyak juga yang menyediakan bahan setengah jadi yang sudah poles, anda tinggal meruncing saja, level ini juga cenderung masih aman.

3.       Level 3 : Beli mesin poles, setelah anda puya peruncing dan berhasil, anda bisa menabung untuk beli mesin poles, maka anda tinggal beli bahan setengah jadi yang belum poles, banyak juga penyedia bunduhan yang belum poles, level ini juga relatif aman resiko masih kecil.

4.       Level 4 ; setelah level 1,2,dan 3 berhasil, maka anda boleh mencoba level 4, yaitu produksi dari awal hingga akhir, mulai dari pemotong dan pencetak lidi tusuk sate, ini level yang agak berat, syarat kunci keberhasilannnya adalah di pencetak lidinya, ini tahapan yang sangat sulit banyak yang gagal di level ini, banyak faktor kegagalan yang mempengaruhinya, mesin pencetak ini ada 3 macam, Mesin Tulup, mesin slicer dan mesin sodok, masing2 punya kelebihan dan kekurangan masing2, belajarlah pada orang yang telah berhasil disalah satu pengguna mesin tsbt. Punya ketiganya juga lebih bagus sebagai perbandingan.  


Catatan : Kebanyakan masyarakat umum kebalik bermain levelnya, rata2 langsung meloncat ke level 4 akhirnya juga banyak yang jatuh, ini bisa dijadikan bahan perhatian bagi pemula.  Banyak yang beli potong bambu dan pencetaknya dulu, kemudian beli poles, dan terakir beli peruncing ini bisa dikatakan kebalik, sama aja level berat dlu trs ke level mudah, harusnya di level mudah dulu baru ke level berat.
Hal ini berlaku karena saat ini sudah banyak sekali yang penjual bunduhan.
Semoga bermanfaat!!!!


Salam sukses,
Perajin Tusuk Sate

Kami menyediakan Tusuk sate dan Permesinan, kualitas terjamin.
085655219052

 

Thursday, July 13, 2017

Solusi usaha tusuk sate anda

Solusi usaha tusuk sate yang menguntungkan

Kita bermain di usaha tusuk sate banyak level yang bisa kita mainkan. Langsung saja:

1. Ketika anda punya pasar maka hal yang bisa kita lakukan:

  1.    Anda bisa beli tusuk sate langsung ke Produsen (hal ini mudah tidak perlu repot2) ini bagi yang hanya ingin bermain dilevel distribusi aja, atau
  2.   Anda bisa beli bahan bunduhan (atau setengah jadi ) selanjutnya anda tinggal finishing(oven,   polishing, meruncing) jika anda tidak pumya mesin polesh dan peruncing kami menerima jasa finishing, tentunya dengan harga yang relatif lebih murah, Jika anda tidak punya kenalan produsen setengah jadi maka kami yang akan langsung menyediakan supplyernya, anda tinggal nego harga sendiri
  3. Jika anda hanya punya mesin peruncing saja, maka kami menyediakan bahan setengah jadi yang sudah oven dan polesh, jadi anda tinggan meruncingkan saja. 
  4. Anda beli mesin lengkap. jadi produksi sendiri dari awal hingga akhir
Berikut daftar harga bahan setengah jadi (Bahan sudah belerang dan oven, hasil putih) :
  • Bahan cuma di jemur belum belerang dan oven : tusuk kambing 6000/kg, tusuk ayam 7500/kg
  • Bahan sudah oven( belum runcing dan polesh) : Tusuk kambing 7500/kg, Tusuk ayam 9000/kg
  • bahan sudah oven (sudah polesh belum runcing): tusuk kambing 8500/kg. tusuk ayam 10.000/kg
  • kami menerima Jasa proses finishing, Tusuk kambing 2500/kg, tusuk ayam 3500/kg
  Contoh bahan setengah jadi :




Kami menyediakan Tusuk sate dan Permesinan, kualitas terjamin.
085655219052

Monday, June 5, 2017

Produsen Tusuk Sate Dayung | Bendera | Paddle | Flag

Produsen Tusuk Sate Dayung | bendera | Paddle | Flag




1. Ukuran 
     Variasi panjang:5- 10cm,11- 15cm,16- 20cm,21-25 cm,26-30 cm dll. Sedangkan Tebal: 2,5-3mm
2. Harga
    Menyesuaikan ukuran.
     Ukuran 10-14 cm, Rp.105/batang=minimal order 25.000 pcs
    Ukuran 16-20 cm, Rp.115,-/ Batang=Minimal order 25.000 pcs
    Ukuran 21-25 cm, Rp. 120,-/batang=Minimal order 25.000 pcs
    Ukuran 26-30 cm, Rp. 125,-/batang=Minimal order 25.000 pcs

Kami menyediakan Tusuk sate dan Permesinan, kualitas terjamin.
085655219052